TERUNTUKMU, MAHASISWA…

Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UNS

Melalui tulisan ini, kami ingin mengutarakan pendapat mengenai pergerakan mahasiswa saat ini sekaligus merespon beberapa aksi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat kami belum lama ini. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan beberapa orang sahabat kami yang menanyakan sikap kami, BEM KMFH UNS yang tidak bergabung dalam aksi tersebut. Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan pencerahan pada rekan-rekan mahasiswa bahwa sudah saatnya kita merubah arah pergerakan kita.

Menurut hemat kami, dalam memberikan sebuah tuntutan mahasiswa harus memikirkan apa saja latar belakang dan alasan atas tuntutan tersebut dengan dasar dasar ilmu yang dapat dipercaya dan info yang akurat dalam sebuah tuntutan terebut. Agar nantinya, sikap kita pun benar-benar tergerak lurus ke arah kesejahteraan bangsa.

Kami sebetulnya sangat mengapresiasi apabila aksi tersebut memang benar-benar bertujuan besar ke arah kesejahtereraan bangsa, tapi apabila dalam aksi-aksi kita pada akhirnya hanya akan menjadi sarana tumpangan pihak-pihak tertentu dengan tendensi di luar kepentingan bersama dalam berbangsa dan bernegara serta hanya bertujuan menunjukkan eksistensi kita sebagai mahasiswa, kami tegaskan bahwa BEM KMFH UNS TIDAK akan pernah mengikutinya.

Terlepas dari itu semua, jika kita perhatikan, aksi-aksi mahasiswa yang benar-benar efektif dan mampu membawa perubahan adalah aksi yang membawa agenda besar untuk untuk melakukan perbaikan yang sifatnya mendesak dan butuh represifitas yang tinggi. Salah satu contohnya adalah aksi `98. Kalau kita jadi mahasiswa pada saat itu, tentu kita akan dengan sukarela ikut dalam aksi tersebut. Bahkan, kalaupun suatu aksi demonstrasi tidak membawa agenda perubahan yang besar pun paling tidak media masih meliput aksi tersebut dengan serius. Sehingga gaungnya bisa benar-benar terlihat oleh publik. Dalam kondisi seperti ini, paling tidak aksi yang dilakukan mahasiswa masih bisa memberikan manfaat, yaitu masyarakat menjadi tahu bahwa mereka masih punya tumpuan untuk menyurakan tuntutannya. Kembali ke masa sekarang, mari kita hitung berapa tuntutan-tuntutan kita para mahasiswa yang benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah. Ada memang, tapi sangatlah sedikit. Tuntutan-tuntutan yang kita suarakan dengan aksi bercucuran keringat hanya dianggap angin lalu saja. Jangankan bersikap, mendengar pun mereka enggan. Adakah perubahan yang berarti akibat aksi demonstrasi kita? Apakah kini rakyat sudah mendapat kesejahteraan yang lebih baik? Jawabannya tentu TIDAK. Bahkan banyak pihak dari kalangan kita sebagai mahasiswa sendiri yang sudah jemu dengan aksi-aksi tersebut. Rakyat sudah semakin skeptis dengan aksi-aksi yang kita lakukan. Media sudah tak lagi menganggap aksi-aksi mahasiswa sebagai berita yang patut disebarluaskan secara masif. Alhasil, demonstrasi mahasiswa kini benar-benar terasa kosong tak bermakna. Demonstrasi kini tidak lagi membawa agenda perubahan yang besar, hanya tuntutan demi tuntutan. Selain itu, demonstrasi kini juga sudah tidak mendapat perhatian publik sehingga upaya kita untuk menunjukkan perhatian kita pada bangsa ini juga menjadi tidak efektif. Padahal akan jauh lebih baik jika tenaga kita ini dialihkan untuk berbuat sesuatu hal yang konkrit untuk mensejahterakan masyarakat.

Sadarilah sahabat, aksi semacam itu kini sudah tidak efektif lagi. Aksi semacam itu mungkin sangat diperlukan dalam suasana pemerintahan yang otoriter. Sehingga kita sebagai mahasiswa punya peran untuk melakukan represi politik pada pemerintah. Sementara kondisi politik Indonesia saat ini cenderung stabil dan iklim demokrasi berjalan dengan baik. Maka dari itu sahabat, mari kita sadari bersama kalau melakukan tuntutan dengan turun aksi untuk kondisi seperti sekarang ini tidak akan membawa hasil apapun, tidak akan memberi perubahan yang nyata buat rakyat. Sebaliknya, hanya perbuatan konkrit lah yang bisa memberikan dampak nyata dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa kita. Yang dibutuhkan adalah solusi konkrit, bukan cuma barisan isi tuntutan yang kemudian ditindak lanjuti dengan aksi yang diberi tagline hiperbolis.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita para mahasiswa merubah arah pergerakan kita. Ke depannya kita harus lebih banyak bergerak pada lahan yang benar-benar riil memberikan efek nyata buat masyarakat. Kita harus mulai memberdayakan potensi intelektual kita untuk memberikan solusi konkrit bagi bangsa. Kegiatan-kegiatan seperti pengabdian dan pembangunan desa, pelatihan komputer gratis untuk rakyat dll harus lebih diperbanyak. Riset-riset yang ditujukan untuk menghasilkan solusi bagi bangsa harus lebih intensif. PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) juga dapat menjadi sarana memberikan solusi konkrit untuk bangsa asalkan mahasiswa yang mengikutinya bukan cuma bertujuan untuk pribadi tapi juga bertujuan untuk memberikan solusi konkrit permasalahan bangsa. Memang di samping itu, ke depannya kita pun juga harus lebih banyak memberikan dukungan atas setiap kerja positif yang telah dilakukan pemerintah. Kita juga tak boleh lengah untuk terus mengingatkan pemerintah untuk melakukan perbaikan di sana-sini dengan kepala dingin, elegan serta intelektual sesuai kapasitas kita sebagai mahasiswa. Untuk itulah kami dari BEM KMFH UNS akan mencoba ikut serta berperan melakukan sosialisasi-sosialisasi melalui artikel yang mengenai beberapa isu-isu dalam pemerintahan yang berkembang akhir-akhir ini dan semoga untuk ke depanya kami dapat bersama-sama mengajak rekan-rekan mahasiswa khususnya mahasiswa FH UNS untuk melakukan aksi-aksi riil menyasar ke masyarakat seperti yang sudah menjadi komitmen kami, BEM KMFH UNS. Dengan tidak menutup kemungkianan, kalau memang suatu saat nanti benar-benar terbentuk kembali iklim politis yang memaksa kita untuk turun ke jalan; maka ayo! Kita kembali lagi ke jalanan menunjukkan perhatian kita pada rakyat dengan meneriakkan suara lantang kita. Menggemakan idealisme kita. Tapi saat ini, bukan itu jalan yang harus kita tempuh. Kita harus mencari jalur lain yang lebih jelas. Jalur yang secara nyata akan membawa perbaikan pada Indonesia.

Akhirnya, semoga kita para mahasiswa Indonesia dapat terus menjalankan perannya pada bangsa dan dapat terus memberikan kontribusi aktif kita pada upaya perbaikan bangsa Indonesia.

Hiduplah Bangsaku!!! Hiduplah Mahasiswa!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *